Ya
begitulah yang kurasakan sekarang, aku yang dengan segala yang kumiliki mencoba
untuk merangkai cinta yang pernah terburai. Merangkainya satu per satu,
memeluknya agar tak terpecahkan lagi. Kuletakkan dan tak ku sentuh, jauh di
dalam hatiku. Tapi aku tak pernah meninggalkannya, aku selalu memperhatikannya,
selalu dan selalu.
Berharap
ada yang menemani menariknya dan menjaganya bersamaku. Sendiri dengan senyum
dan tawaku kesembunyikan hati yang terluka itu. Mengobatinya perlahan. Tapi
entah mengapa, ketika dia datang menawarkan dirinya untuk menemaniku, aku
menutup rapat dan mengunci hatiku. Bersembunyi di ruang amanku, menjaga hatiku
agar tak terburai lagi. Memastikan dia telah pergi dan keluar untuk melihatnya
tersenyum dengan yang lain, kemudian menangisi senyumnya untuk yang lain. Aku
yang takut terjatuh, bukan hatiku. Aku yang takut terluka, bukan hatiku. Aku
yang takut berharap, bukan hatiku. Aku yang ingin bersembunyi bukan hatiku.
Maafkan aku yang tak pernah siap, maafkan aku yang terkadang lupa dengan mu,
maafkan aku yang selalu membiarkanmu sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar